Berita Terkini

Tag Archives: MASJID RAUDHATUL JANNAH PEKANBARU

DAUROH USTADZ ABDULLAH ZAEN, MA

brosur terbaru copy

PENDALAMAN MAKNA SURAT AL-MA’UN

Pendalaman Makna Surat Al Ma’un

Kata الْمَاعُونَ dalam terjemahan umumnya diartikan barang-barang yang berguna, maka selalu diartikan sebagai benda-benda berharga semisal uang, emas dan sejenisnya, padahal sesungguhnya makna sebenarnya adalah barang-barang berguna untuk keperluan rumah tangga. Seperti pisau dapur, panci, jarum dan sejenisnya.

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيم
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾

1. Diawali أَرَأَيْتَ terdiri dari tiga kata, أ apakah, َرَأَيْ melihat dan ْتَ kamu. الَّذِي yang, يُكَذِّبُ mendustakan, بِالدِّينِ terdiri dari dua kata, ب dengan dan دِّينِ hari pembalasan. Ada juga yang mengartikan agama.

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾

2. Kata فَذَٰلِكَ terdiri dua kata ف maka dan ذَٰلِكَ itu, الَّذِي orang yang, يَدُعُّ arti sebenarnya mendorong dengan keras yang lebih dekat dengab meyakiti secara fisik, الْيَتِيمَ anak yatim.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾

3. Kata وَلَا dan tidak, يَحُضُّ menganjurkan atau mengajak, عَلَىٰ atas, طَعَامِ makanan artinya memberi makan, الْمِسْكِينِ orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾

4. Diawali فَوَيْلٌ maka celakalah, لِّلْمُصَلِّينَ , terdiri dari dua kata, ل untuk dan لْمُصَلِّينَ orang yang sholat.

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ 

5. Orang yang الَّذِينَ, kemudian هُمْ mereka, عَن dari, صَلَاتِهِمْ sholat mereka, سَاهُونَ orang-orang yang lalai atau tak peduli. Termasuk yang menunda-nunda sholat.

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ﴿٦﴾

6. Kata الَّذِينَ orang yang, هُمْ mereka,يُرَاءُونَ orang-orang yang riya.
☡ Waspada, jangan sampai ada perbedaan mencolok bacaan saat sholat dengan bacaan pelan atau siir dengan saat bacaan kuat. Jika berbeda, bisa jadi merupakan pertanda adanya riya di hati kita.

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿﴾٧ 

7. Diawali وَيَمْنَعُونَ dan mereka menghalangi, الْمَاعُونَ alat-alat rumah tangga (untuk dimanfaatkan atau dilinjamkan orang lain).*

✳ Taklim Ust Maududi Abdullah, Lc di Masjid RJ, Selasa 22 Robiul Akhir 1439/ 9 Januari 2018

➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖

Kiat dan Langkah-langkah Meraih Cinta Allah

Kiat dan Langkah-langkah Meraih Cinta Allah

❤❤❤❤❤❤❤❤

Ustadz : Ahmad Doni

Masdjid Raudhatul Jannah

4 Robiul Akhir 1439/ 21 Desember 2017

✔Al Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah dalam Kitab Madarijus Salikin menyebut sejumlah sebab hamba mendapatkan cinta Allah. Antara lain:

1. Membaca Al Qur’an dengan mengetahui dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(Shaad 29)

– Selain itu, teramat besar fadilah membaca Al Qur’an. Salah satunya adalah 10 pahala untuk setial huruf. Sulit mengira dengan pasti berapa besar pahala membaca satu lembar Al Qur’an. Terlebih lagi jika satu juz atau lebih.

2. Memperbanyak ibadah sunnah setelah ibadah wajib.
– Usai sholat 5 waktu, lengkapi dengan sholat-sholat sunnah.
-Usai puasa Ramadhan, perbanyak puasa sunnah.
– Usai membayar zakat wajib, lanjutkan dengan zakat sunnah seperti sedekah dan sejenisnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku semakin mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.”.

3. Mengingat Allah dalam kondisi apapun dan di manapun.
– Berdzikir dalam bentuk apapun adalah merupakan bukti selalu mengingat Allah. Situasi yang harus dijaga dan selalu ada pada diri kita. Setiap saat. Cara terbaik adalah dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rosul untuk setial kegiatan. Seperti doa hendak tidur atau bangun tidur.
– Semakin banyak mengingat Allah, maka semakin banyak kita diingat Allah.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152).

4. Memdahulukan Allah dari hawa nafsu.
– Ukuran kecintaan kita pada Allah ketika semua yang kita lakukan selalu ditimbang dengan keridhoan Allah.

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An Naziat 40)

– Kecintaan pada Allah menjadi pembatas kuat kita dari mengerjakan apapun yang tak diridhoi-Nya.*

Cara Dicintai Allah dan Disayangi Manusia

Cara Dicintai Allah dan Disayangi Manusia
➖➖➖➖➖➖➖➖

Kajian Rutin:
Ustadz: Abdurrahman Keken, Lc
Masjid Raudhatul Jannah
Selasa 25 Robiul Awal 1439/12 Desember 2017.

✔ Nabi Muhammad sholallohu alaihi wassalam memberi kiat jitu. Cara meraih cinta Allah dan disayangi manusia.

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ، دُلَّنِيْ عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْـتُـهُ أَحَبَّنِيَ اللَّهُ، وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ. فَقَالَ: “اِزْهَدْ فِيْ الدُّنْـيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ.” رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهُ وَسَنَدُهُ حَسَنٌ.

Dari Sahl bin Sa’ad Radiyallahu anhu ia berkata: Seorang sahabat menemui Nabi Sallallahu Alayhi Wasallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang jika aku lakukan, aku akan dicintai oleh Allah dan manusia.” Beliau bersabda: “Zuhudlah dari dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah dari apa yang ada pada manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad yang hasan).

↔ Ibnu Taimiyah memberi definisi zuhud:
– Meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi kita di akhirat.
– Meninggalkan apapun yang melaikan kita dari akhirat.

✔ Hadist ini memberikan sejumlah pelajaran.
1. Allah punya cinta.
– Kecintaan Allah bisa pada tempat, seperti masjid, bisa pada amalan, seperti sholat di awal waktu. Cinta Allah juga bisa pada manusia, seperti mereka yang zuhud dari dunia, sebagaimana diajar Nabi dalam hadist di atas.
2. Cinta Allah harus diusahakan
– Mengharapkan cinta Allah tidak bisa pasif. Sekedar menunggu. Tapi harus diusahakan.
3. Boleh mengharapkan cinta manusia.
– Tidak dilarang mengharapkan dan mengusahakan mendapat cinta manusia, selagi caranya tidak bertetangan dengan srariat. Rosul mengajarkan cara meraih cinta manusia dengan zuhud atau tidak menginginkan apa yang ada di tangan orang lain.

✔ Selain zuhud pada dunia, ada sejumlah amal yang juga bisa menjadi jalan meraih cinta Allah. Seperti disampaikan Nabi dalam hadist berikut ini:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِيْ وَقَّاصٍ رضي الله عنه قاَلَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: “إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الخَفِيَّ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radiyallahu anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim).

↔ Mereka adalah orang-orang yang bertakwa. Tak sekedar iman, tapi juga mentaati perintah Allah dan meninggalkan larangannya.
– Kedua, orang kaya dalam artian merasa cukup dengan yang Allah bagikan kepadanya.
– Ketiga, mereka yang ketaatannya tersembunyi. Ibadahnya hanya ingin diketahui Allah. Sikap ini tidak berlaku untuk ibadah-ibadah wajib, seperti sholat berjamaah bagi pria, zakat dan haji. Ibadah jenis itu mustahil disembunyikan.*

|KITAB MINHAJUL MUSLIMIN|Adab anak kepada orangtuanya

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kajian rutin Senin Malam,
Senin 23 Rabi’ul Awal 1439 H / 11 Desember 2017. ⏰ Waktu ba’da Maghrib – selesai.
Bersama Ustadz Asror Habibi, Lc حفظه الله تعلى
Tempat : Masjid Raudhatul Jannah.

✒ Materi : Pembahasan “Kitab Minhajul Muslim”

Bab : Adab Anak kepada Orantuanya.

Dalam kitab ini, khusuanya bab ini menceritakan tentang begitu mulianya kedudukan orangtua terlebih lagi seorang ibu. Banyak ayat-ayat dan hadits yang mewajibkan kepada seorang anak harus berbakti kepada kedua orangtuanya. Bahkan banyak pula dalam ayat-ayat yang mewajibkan kita memenuhi kewajiban atau Hak-hak Allah Ta’ala (Tauhid atau beribadah semata-mata kepada Allah Ta’ala dan tidak mensyirikan dengan sesuatu apapun) setelahnya dinggandengkan hak yang harus dipenuhi adalah haknya atau berbakti kepada kedua orangtua.

Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam Qur’an :

QS. An-Nisa ayat : 36.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak..” [ An-Nisa : 36]

QS Al-Isra’ ayat : 23-24.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [ Al-Isra : 23]

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil” [ Al-Isra : 24]

Juga terdapat dalam QS. Luqman ayat : 14-15.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [ QS. Luqman AYAT : 14]

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan” [ QS. Luqman ayat : 15]

Berbakti dan taat kepada orang tua terbatas pada perkara yang ma’ruf. Adapun apabila orang tua menyuruh kepada kekafiran, maka tidak boleh taat kepada keduanya. Allah Ta’ala berfirman.

QS. Al-Ankabut ayat : 8

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا

“Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya..” [ QS. Al-Ankabut ayat : 8]

Selain kewajiban memenihu hak kedua orantua tadi karena langsung perintah Allah Ta’ala ada perintah tuk berbakti kepada kedua orangtua itu dikarenakan jasa atau jerih payah kedua orangtua tersebut. Seperti jerih payah dan kesusahan ketika seorang ibu melahirkan..menyusui anaknya, perjuangan membesarkan dan sebagainya. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat dan hadits di atas.

Tidak ada suatu kebaikan yangvlebih mulia dan lebih utama selain perintah atau kebaikan yang digandeng Allah Ta’ala dengan perintah akan hak Allah Ta’ala. Dan tidak ada pula suatu keburukan yang lebih buruk dampak dan besar dosanya selain peebuatan yang digandeng Allah Ta’ala dengan perintah larangan-Nya. Tak hanya itu, berbakti kepada kedua orangtua tersebut lebih tinggi dan lebih utama nilainya dan kedudukannya dibanding dengan amalan jihad fisabilillah. Sebagaimana

Hadits diriwayatkan Abdullâh bin `Amr ra :

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

“Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullâh, lalu dia minta idzin ikut berjihad. Rasulullâh bertanya: ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Lelaki itu menjawab, “Ya.” Rasulallâh bersabda, “Berjihadlah di sisi keduanya!”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ibnu Majah, dikatakan bawa seorang lelaki datang kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wasallam, lalu berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّى جِئْتُ أُرِيدُ الْجِهَادَ مَعَكَ أَبْتَغِى وَجْهَ الله وَالدَّارَ الآخِرَةَ وَلَقَدْ أَتَيْتُ وَإِنَّ وَالِدَىَّ لَيَبْكِيَانِ. قَالَ : فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya datang ingin berjihad bersamamu, mencari wajah Allah dan (surga) di kehidupan akhirat, dan sesungguhnya kedua orangtua saya benar-benar menangis. Beliau Rasulullah SAW menjawab: “Kembalilah kepada keduanya, buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana kamu telah membuat mereka menangis.”

Bagi seorang muslim haruslah mengerti dan memahami adab-adab berbakti kepada kedua orangtuanya, yaitu :

Hendaklah seorang anak taat terhadap apa-apa yang diperintahkan orangtuanya kepadanya. Tapi bukanlah ketaat kepada kemungkaran atau kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Jika orangtua menuyuruh melakukan itu maka kita diperintahkan untuk mentaatinya. Meski demikian Allah Ta’ala tetap memeeintahkan kepada kita untuk tetap berbuat baik dan berlemah lembut kepada orangtua tadi.

Selalu memuliakan kedua orangtuanya. Baik dengan ucapan dan perbuatan. Tidak boleh meninggikan suaranya di hadapan kedua orangtuny, mengahardik, membantah atau berlaku dan tidak boleh menampakkan kelebihan pemberian (hadiah dan semisalnya) kepada istri dan anak-anak kita sementara orangtua hanya diberi sekedarnya saja. Kemudian tidak dibenarkan kita memanggil mereka dengan namanya saja. Di sisi lain, ucapkanlah ucapan-ucapan yang baik yang disenangi dan ucapan penuh harapan. Ini merupakan bentuk berbakti dan kemuliaan kepada kedua orangtua kita.

Begitu utama dan mulianya nilai amalan berbakti kepada kedua orantua itu, sampai-sampai Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam berwasiat mewasiatkan hal tersebut kepada sahabat yang mulia Abu Darda’ ra dalam sebuah hadits :
HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 18

Abu Darda’ berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan sembilan perkara kepadaku yaitu:

1- Janganlah engkau mempersekutukan Allah meskipun lehermu akan dipenggal atau dirimu akan dibakar.
2- Jangan sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, (karena) barangsiapa yang melakukannya dengan sengaja, niscaya jaminan Allah akan terlepas darinya.
3- Jangan meminum minuman keras, karena itu adalah kunci segala kejelekan.
4- Dan taatilah kedua orang tuamu, apabila mereka menyuruhmu untuk menyerahkan seluruh harta yang engkau miliki maka serahkanlah hartamu kepada keduanya.
5- Janganlah menentang pemimpin walaupun engkau tahu bahwa engkaulah yang benar.
6- Jangan lari dari medan pertempuran, meskipun engkau akan terbunuh dan teman-temanmu melarikan diri.
7- Infakkanlah sebagian harta yang engkau miliki kepada keluargamu.
8- Jangan lalai mengawasi keluargamu (dalam mendidik mereka)
9- Dan ajarkanlah kepada mereka untuk bertakwa kepada Allah.” ( HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 18)

Perbanyak perbuatan dan cara yang membuat lapang hidup mereka. Misalnya menyediakan makan-malanan

Menyambung silaturahim dengan karib kerabat mereka(adik kakak orangtua kita), senantiasa mendo’akan mereka dan meminta ampunkan dosa mereka, menuaikan janji-janji mereka dan memuliakan sahabat-sahabat orangtua kita.

Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami
Yaitu, dengan cara bertawassul dengan amal shalih tersebut. Dalilnya adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami
Yaitu, dengan cara bertawassul dengan amal shalih tersebut. Dalilnya adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2272), Fathul Baari (IV/449), Muslim (no. 2743), dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma.

Haditsnya sebagai berikut:

انْطَلَقَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوُا الْمَبِيْتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوْهُ، فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهَا الْغَارَ. فَقَالُوْا : إِنَّهُ لاَيُنْجِيْكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أَنْ تَدْعُوْا اللهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ: اَللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيْرَانِ وَكُنْتُ أَغْبِقُ قَبْلَ هُمَا أَهْلاً وَ لاَ مَالاً، فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْئٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَ فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوْقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ. فَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْمَالاً، فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ هَذِه الصَّخْرَةِ، فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا

“ …Pada suatu hari tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka berada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan.’ Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata: ‘Ya Allah, sesung-guhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang sudah larut malam dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anakku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini.’ Maka batu yang menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit..”

Alhamdulillah kajianpun selesai. Semoga bermanfaat dan memberikan faeda

➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖
Ingin ikut andil dalam menyebarkan dakwah Islam ?

Share Tulisan ini
dan Ikuti Akun sosial Media Erje Media.

▶ Subscribe channel Youtube Erje.TV
~~~~
▶ https://www.youtube.com/c/erjetv/

Like Facebook Fanspage Erje.TV
~~* *~~

https://www.facebook.com/erjemedia/

Follow Instagram Erje.TV
~~~~

https://www.instagram.com/erjetv/

Semoga menjadi Amal jariah untuk anda.

جزاكم الله خيرا

بارك الله فيك

Larangan Sholat di Kuburan atau Menghadap Kuburan

Larangan Sholat di Kuburan atau Menghadap Kuburan
〰〰〰〰〰〰〰〰
Taklim Kitab
Qoulul Mubin fi Akhthoil Musholin
Karya Syekh :
Masyhur Hasan Salman
Masjid Raudhatul Jannah
Ustadz : Zamzami Juned, Lc,
Ahad 23 Robiul Awal 1439/ 11 Desember 2017.

➖➖➖➖➖➖➖➖
Sesungguhnya seluruh permukaan bumi adalah suci dan bisa dijadikan tempat sujud, kecuali dua tempat. Yakni kuburan dan kamar mandi.

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

Bumi seluruhnya adalah masjid (tempat untuk shalat), kecuali kuburan dan kamar mandi. [HR. Ahmad (XVIII/312 no. 11788)

لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا

Janganlah duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadapnya. [Muslim (II/668 no. 972)

Hadist mengenai larangan mendirikan sholat di kuburan atau menghadap kuburan atau di tempat-tempat yang ada kuburannya masih banyak. Larangan ini sebagai bagian dari menolak mengikuti kebiasaan orang-orang Yahudi. Mereka suka menjadikan makam nabi dan pemuka agamanya sebagai tempat ibadah.

قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ؛ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Semoga Allâh membinasakan kaum Yahudi. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid. [HR. Bukhari (I/531 no. 437) dan Muslim (I/376 no. 530)

Nabi Muhammad bahkan selalu berdoa agar makamnya tidak dijadikan tempat ibadah.

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ، اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Ya Allâh, janganlah Engkau jadikan kuburanku berhala yang disembah. Allâh sangat murka kepada kaum yang menjadikan kuburan para nabi mereka masjid [16]

Lantas bagaimana dengan kondisi sekarang, di mana makam Nabi Muhammad sekarang berada dalam Masjid Nabawi? Kondisi ini tidak bisa dijadikan dalil bolehnya ada makam di dalam masjid, karena kondisi ini adalah kesalahan yang tidak disepakati para tabi’in ketika keputusan tersebut dilakukan penguasa.

Adalah Khalifah Al Walid Ibnu Abdul Malik, penguasa yang melakukan pelebaran besar-besaran Masjid Nabawi dan memutuskan memasukan makam Nabi dalam komplek masjid pada tahun 94 Hijriyah. Keputusan tersebut ditolak para tabi’in, seperti Said bin Al Musyayyib.

Harus jadi patokan, awalnya makam Nabi berada di luar masjid, di dalam kamar, di dalam rumah Nabi. Adalah ketentuan syariat, setiap nabi dimakamkan di mana diwafatkan. Itu jugalah yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad saat meninggal di pangkuan Aisya, maka dimakamkan di sana.

⚠ Sholat di Masjid Nabawi tetap dibolehkan meskipun di dalamnya ada makam Nabi, Abu Bakar dan Umar, karena masjid tersebut memiliki kekhususan dan kemuliaan, yakni 1000 kali dibandingkan masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.

↔Kaidahnya, menurut Ibnu Taimiyah, sholat di waktu-waktu terlarang tetap boleh jika ada alasannya. Misalnya, seseorang masuk masjid selepas Ashar, dia tetap boleh mengerjakan sholat sunnah. Demikian juga dengan sholat di Masjid Nabawi, boleh karena ada kekhususan tempat tersebut. Sementara larangan sholat di masjid yang ada kuburannya selain Masjid Nabawi bersifat mutlak.

❎ Maka setiap muslim harus menghindari sholat di kuburan atau di tempat-tempat yang ada makam atau kuburan di dalamnya, terutama yang posisi kuburannya berada di arah kiblat. Hukumnya haram dan bisa menjadi sebab sholat tidak sah karenanya.*

➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖
Ingin ikut andil dalam menyebarkan dakwah Islam ?

Share Tulisan ini
dan Ikuti Akun sosial Media Erje Media.

▶ Subscribe channel Youtube Erje.TV
~~~~
▶ https://www.youtube.com/c/erjetv/

Like Facebook Fanspage Erje.TV
~~* *~~

https://www.facebook.com/erjemedia/

Follow Instagram Erje.TV
~~~~

https://www.instagram.com/erjetv/

Semoga menjadi Amal jariah untuk anda.

جزاكم الله خيرا

بارك الله فيك

DAUROH UMUM

Hadirilah..! InsyaAlloh Diadakan Dauroh Umum
Di Masjid RAUDHATUL JANNAH
14 Rabi’ul Awwal 1439 H / 03 Desember 2017.
⏰ Waktu: 09.00 Pagi WIB s/d selesai
HADIAH UNTUKMU YANG SELALU TERABAIKAN
Bersama Ustadz ZAMZAMI JUNED, Lc.حفظه الله تعلى

brosur terbaru cy

Tahap Pembangunan Lantai 3

Bismillah kaum muslimin & muslimat,
dalam kesempatan ini kami ingin menginformasikan mengenai progres pembangunan Kelas
Dan Kantor Diklat Raudhatul Jannah Progres telah mencapai 90%.

Mohon do’a dan dukungannya selalu untuk menyelesaikan
lt.3-621x1024

PENDALAMAN MAKNA JUZ 30

InsyaAllah Kajian

  Setiap Selasa Sore Disetiap Pekan
Waktu: Ba’da Ashar s/d selesai
kajian rutin ust maududi yang baru copy“PENDALAMAN MAKNA JUZ 30″
Bersama Ustadz Maududi Abdullah, Lc.حفظه الله تعلى
Untuk Umum

INFO TERKINI BANTUAN ROHINGYA

Alhamdulillah telah terkumpul dana bantuan untuk Muslim Rohingya dari Jamaah melalui Masjid Raudhatul Jannah secara:
1. Langsung ke kantor Masjid
2. Disaat Dauroh diadakan
3. Dari beberapa Masjid di-Pekanbaru
3. Maupun yang melalui rekening (masjid RJ QQ sosial
7234522258)
Telah terkumpul dana sebesar Rp. 557.280.000 & Telah disalurkan melalui yayasan ACT (Aksi Cepat Tanggap).
Info :
Bagi jamaah yang ingin menyalurkan dana bantuan muslim rohingya utk sementara ditutup.
Jazakumullahu Khairan Katsiran