Berita Terkini

Tag Archives: masjid pekanbaru

FENOMENA GHULUW DALAM BERDAKWAH

Oleh Ustadz Armen halim naro, Lc

Ghuluw secara harfiah bermakna berlebihan dari kadarnya. Berkata Ibnul Manzhur, “Dia ghuluw dalam agama dan dalam suatu perkara yaitu jika dia telah melampaui batas dan kadarnya.

Dakwah adalah ladang yang sangat subur untuk menebarkan benih amal akhirat, suatu tugas yang diemban oleh para nabi dan rasul kepada kaum mereka. Disamping itu dia merupakan jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dan orang-orang yang mengikuti beliau.

Akan tetapi dakwah juga merupakan ladang yang sangat rentan dari segala bentuk hama dan penyakit dakwah, sedikit saja para pekerja di ladang dakwah tersebut melakukan tindakan kesalahan, disanalah kehancurannya dan kehancuran umatnya. Apalagi dakwah bukanlah ladang yang ditaburi dengan bunga dan wangi-wangian, akan tetapi ditaburi dengan berbagai onak dan duri, bahkan tidak jarang harus mengorbankan semuanya, memeras keringat, air mata, menyisingkan lengan baju, termasuk pengorbanan darah dan jiwa.

Di antara bentuk kesalahan dalam berdakwah yang sangat berbahaya adalah ghuluw. Berkata Ibnul ayyim rahimahullah, “ Tidaklah Allah berada di antara orang yang menyia-nyiakan dan orang yang berlebihan, bagaikan suatu lembah diantara dua gunung, hidayah di antara kesesatan dan pertengahan antara sisi yang tercela. Sebagaimana orang yang lalai akan melenyapkan kesempatan, begitu juga orang yang berlebihan. Yang pertama karena kelalaiannya dan kedua karena faktor berlebihannya”.

Sesungguhnya fenomena ghuluw dalam berdakwah bukanlah datang dengan begitu saja, akan tetapi dia mempunyai bermacam-macam sebab, bisa saja sebab ilmiah,alamiah,pribadi atau sosial, dapat kita ringkas sebab-sebab diatas sebagai berikut ini:

 

  1. Tidak Ikhlas dan Mengikuti Hawa Nafsu

Ikhlas adalah induk segala amalan dan mengikuti hawa nafsu berarti telah menunggangi kendaraan syaithan, jika seorang da’i sudah tidak ikhlas dalam berdakwah dan lebih mendahulukan hawa nafsu dari kebenaran, dari sinilah sumber ghuluw dalam berdakwah, hingga dia tidak hanya merusak dirinya, tapi juga akan merusak umatnya

 

  1. Kebodohan dalam Ilmu Maqashid Syariah dan Tingkatan Masyarakat

Maqasid syariah adalah makna dan hukum yang diambil dari segala sudut pandang syariat, intinya yaitu menjaga maslahatdan mafsadah. Jika seorang da’i tidak memahami ilmu ini, maka apa yang ia rusak lebih banyak dari pada yang ia sangka dari sebuah perbaikan.

Sebuah contoh saja, seperti asal dari dakwah adalah kemudahan dan kelembutan dan bahwasanya syariat tidak bermaksud membebani dengan hal-hal yang susah dan yang payah. Tiba-tiba da’i yang ghuluw tadi mengakatakan dakwah ‘tidak ada basa-basi’, kita harus bersikap keras dan tegas, diperparah lagi oleh sebagian orang yang mempunyai semangat tapi hampa ilmu, menjadi para pendukung fanatik da’i tersebut.

 

  1. Memahami Nash atau Perkataan Ulama Secara Harfiah

Kesalahan juga sering terjadi dalam memahami nash. Seorang da’i ketika dia memperoleh sebuah hadits atau perkataan ulama, dia langsung mempraktekannya tanpa melihat nash lain atau memahaminya dengan pemahaman yang benar

Ketika misalnya ada seseorang berhubungan dengan seorang pelaku bid’ah, baik dalam urusan pribadi atau bisnis, tiba da’i tersebut mencapnya sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah), karena dia pernah melihat dia sebangku dengan pelaku bid’ah disebuah tempat atau pernah masuk kerumahnya. Ketika ditanyakan kepadanya, “apa dalil anda?”. Dia menjawab dengan menukil sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, “seseorang atas agama sahabatnya”.

Ketika seorang da’i duduk dikursi majelisnya, sambil memakan daging saudaranya (ghibah), ketika dia ditanyakan dengan hal tersebut, dengan santai dia menjawab, “ Ulama kita berkata: tidak ada dosa yang menggibahi pelaku bid’ah”.

 

  1. Tergesa-Gesa dalam Memperoleh Hasil

Dengan tersebarnya kemungkaran, sedikitnya pelaku kebaikan dan beratnya tekanan, serta kurangnya pengalaman, dapat membuat seorang da’i merasa putus asa dan frustasi. Maka jalan alternatifyang harus di tempuh oleh da’i tersebut adalah menerapkan sikap keras dalam berdakwah. Diantaranya dengan memberontak kepada pemerintahan yang sah atau melakukan tindakan kriminal seperti pengeboman dan perusakan tempat-tempat maksiat.

 

  1. Fanatik

Sebagian penulis mendefinisikannya sebagai salah satu sifat kelemahan dan salah satu bentuk kebodohan yang ditimpakan kepada seseorang sehingga membutakan matanya dan menutupi akalnya. Dia tidak pernah melihat kebaikan kecuali apa yang baik menurut pendapatnya dan tidak melihat kebenaran kecuali apa yang dia pakai.

 

  1. Tidak Menjaga Keadaan dan Uzur Jamaah

Agama Islam adalah agama keadilan dan kasih sayang, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai rahmat bagi alam semesta dan mengangkat semua belenggu yang telah membelenggu umat-umat terdahulu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Sesungguhnya aku tidaklah diutus mempersulit dan bersikeras, akan tetapi dia mengutusku sebagai guru dan pembawa kemudahan”.

Diantara bentuk tidak menjaga keadaan dan uzur mereka adalah memberi beban kepada orang yang mereka tidak sanggup memikulnya. Tidak memberi keringanan ketika mereka menghadapi kesulitan serta memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan dan kealpaan.

Diantara uzur yang kadang-kadang menjatuhkan manusia dalam kesalahan adalah :

  • Uzur karena kebodohan
  • Uzur karena terpaksa
  • Uzur karena tidak mampu / tidak kuasa

Salah satu contoh dalam masalah diatas, ketika seorang da’i masuk ke rumah seorang muslim yang kebetulan statusnya menumpang rumah itu, letaklah rumah orang tuanya. Kemudian da’i tadi, melihat atau mendengar masih banyak gambar-gambar orang bergantungan di dinding atau musik dibunyikan dan maksiat semisalnya. Tanpa menanyakan sebab kenapa terjadi maksiat tersebut, da’i tadi langsung mencap bahwa muslim tadi telah membiarkan maksiat dan mungkin telah menyutujuinya.

 

  1. Memiliki Sifat Keras dan Egois yang tak Ditopang Dengan Ilmu Syari’at yang Memadai

Sebagaimana manusia berbeda dalam bentuk dan rupa, begitu juga manusia diciptakan dengan berbeda akhlak dan sifat. Diantara sifat tersebut adalah sifat keras dan egois serta merasa benar sendiri. Ketika seorang da’i telah dipengaruhi dengan berbagai pengaruh, baik pengaruh luar maupun dalam yang menunjang sifat kerasnya tersebut, maka lahirla sifat dan tindakan dengan mengatasnamakan agama yang pada hakikatnya bertentangan dengannya.

 

  1. Kesalahan dalam Berguru

Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam menanamkan cara berfikir muridnya, apalagi kecintaan terhadap guru tersebut sudah tertanam semenjak dini. Taktala seorang da’i belajar kepada seorang guru yang mempunyai penyelewengan dalam manhaj, menganut ajaran khawarij, maka sedikit banyaknya murid akan terpengaruh pemikiran gurunya, ditambah lagi murid tersebut mempunyai kecenderungan kepada pemikiran tersebut

Inilah sebagian fenomena ghuluw dalam berdakwah, sedangkan penawarnya tiada lain adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus shalih, baik dalam hal keyakinan, perkataan dan perbuatan. Belajar dengan metode yang benar dengan seorang guru yang memiliki sifat Robbani dan mau merubah sifat yang buruk dan mendahulukan kebenaran dari segalanya. Obatnya adalah tergesa-gesa dalam menuai hasil, karena kesuksesan tidaklah Allah Azza Wa Jalla nilai dengan kwalitas orang yang didakwahi, akan tetapi kesuksesan adalah istiqa,ah dalam menyerukan kebenaran sampai kematian. Wallahu A’lam

Rangkaen Kegiatan Masjid Raudhatul Jannah di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum, kaum muslimin dan muslimat alhamdulillah masjid raudhatul jannah pekanbaru selama bulan ramdhan ini telah melakukan rangkain kegiatan diantaranya:

  • Buka Bersama
  • Sholat tarawih dan witir berjamaah
  • Saur Bersama
  • Raudhatul Jannah Ramadhan Ekspo
  • Pembagian Santunan Anak yatim
  • Itikaf
  • Kajian Rutin Ba’da subuh

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan-kegiatan di atas:

masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah masjid raudhatul jannah