SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 24 10 2018 October 2018 >

Diterbitkan :
Kategori : ARTIKEL & KAJIAN ISLAM / pendalaman makna juz 30
Komentar : 0 komentar

Pendalam Makna سُوْرَةُ الكَوْثَرِ

Ustadz Maududi Abdullah, Lc
Masjid Raudhatul Jannah
Selasa 1 Robiul Akhir 1439/ 19 Desember 2017.
✍✍✍✍✍✍✍✍ ﷽

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Seaungguhnya kami memberimu Al Kawtsar

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka sholatlah dan menyembelilhlahlah

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus

1. Diawali إِنَّا berarti sesungguhnya kami, أَعْطَيْنَاكَ terdiri dari tiga kata, yaitu أَعْطَي memberi, نَا kami dan كَ kamu, الْكَوْثَرَ nama salah satu sungai di surga.
– Sebagian ulama mengartikan الْكَوْثَرَ kebaikan-kebaikan. Hal itu dikarenakan di sungai الْكَوْثَرَ di dalam surga terdapat banyak kebaikan.

2. Kata فَصَلِّ terdiri dari dua suku kata, ف maka dan َصَلِّ sholatlah, demikian juga dengan لِرَبِّكَ terdiri dari tiga kata, ل untuk, رَبِّ Tuhan, ِّكَ kamu, وَانْحَرْ dan menyembelihlah.
– Ini perintah tegas agar hanya mendirikan sholat semata karena Allah. Iklas. Tidak boleh sholat dengan alasan apapun, selain untuk Allah.

❎ Seperti sholat demi pujian mahluk atau sholat demi mempertahankan ilmu kebal dan lain sebagaianya.

3. Kata إِنَّ sesungguhnya, شَانِئَك terdiri dari dua kata, شَانِئ orang yang membenci dan ك َ kamu, هُوَ dia, الْأَبْتَرُ terputus.

– Orang kafir Quraisy menyebut Nabi Muhammad الْأَبْتَرُ, seperti Abu Jahal dan paman Nabi Abu Lahab. Karena itu, lewat ayat ini Allah membantah sebutan tersebut.
– Terputus oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai tak tersambung dengan kebaikan. Sebagian lagi mentafsirkan bahwa terputus berarti setelah mati tak dibicarakan orang lagi.

Catatan:
✔ Mengenai Al Kawtsar Rosul menjelaskan:
فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebgaian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah melakukan amalan baru sesudahmu.” (HR. Muslim, no. 400).

– Sebagian riwayat menyebutkan Sungai Al Kawtsar yang mengaliri air ke Telaga Nabi pada hari kebangkitan. Di telaga inilah umat Nabi Muhammad akan diberi minum. Begitu minum air Telaga Nabi maka hilang dahaga selamanya.
– Sebagaimana pada akhir hadist di atas juga dikabarkan, akan ada umat Nabi yang akan diusir dari Telaga Nabi. Dijelaskan, mereka adalah yang berwudhu dan sholat, namun juga mengerjakan amalan yang baru. Amal yang tidak dicontohkan atau diperintahkan Nabi Muhammad. Bid’ah!*

SebelumnyaKiat dan Langkah-langkah Meraih Cinta Allah SesudahnyaPenyelenggaraan Khitanan Di Masjid Raudhatul Jannah
TAHSIN KHUSUS RAMADHAN 1439 TAHSIN KHUSUS RAMADHAN 1439
TAHSIN KHUSUS RAMADHAN KHUSUS PRIA/IKHWAN TAHSIN KHUSUS RAMADHAN Program belajar membaca Alquran untuk pemula kembali dibuka khusus kelas Ramadhan di Masjid Raudhatul Jannah Islamic Center Pekanbaru Pilihan Hari : Senin...


TINGGALKAN KOMENTAR