Berita Terkini

NILAI SEBUAH MASA

Oleh Ustadz Armen halim naro, Lc

Hendaknya seorang mengetahui kemuliaan masa, berharga nya waktu dan janganlah dia menghabiskannya tanpa niat taqarrub kepada Allah, dan mengajukan amalannya yang terbaik dari perkataan dan perbuatan. Hendaklah dalam melakukan kebaikan dalam berlandaskan ikhlas tidak pernah merasa futur, selagi badan masih dapat menanggung apa yang diharapkan oleh hati.

Oleh karenanya tidak layak seorang mukmin merasa cemas karena sakit yang menimpanya atau kematian yang akan menghampirinya, sekalipun tabiat manusia tidak kuasa menahannya, akan tetapi hendaklah ia berusaha untuk sabar sekuat tenaga, baik dengan niat mengharapkan pahala dari apa yang ia derita atau pengaruh dari ridha dengan takdir, karena dia tidak lebih dari hitungan waktu kemudian berlalu.

Orang yang berbahagia, adalah orang yang diberi taufik dalam menggunakan waktu afiatnya, kemudian memilih amalan yang terbaik pada masa menanamkan benih dan bercocok tanam, agar kelak dapat tersenyum pada masa panen. Dan hendaklah dia mengetahui bahwa di surga peringkatnya akan dinaikkan sesuai dengan banyaknya perbekalan di dunia. Umur sangatlah singkat, sedangkan kebaikan yang harus dilakukan sangatlah banyak, maka bersegeralah!

Alangkah panjangnya istirahat orang yang telah letih, alangkah bahagianya orang yang telah berduka, dan alangkah senangnya orang yang bersedih! Jika terbayang olehnya kekalnya kenikmatan di surga tanpa ada yang mengeruhkan, maka niscaya ringan baginya semua musibah dan kesedihan.

Kehidupan salaf telah memberikan gambaran kepada kita, bagaimana sikap mereka terhadap waktu dan bagaimana mereka menjadikan sebagai harta yang tidak ternilai harganya. Di antara kisah yang dapat di teladani dari kehidupan mereka dapat digambarkan berikut ini.

Beberapa jamaah duduk-duduk mengitari Ma’ruf Al-Karhi. Ketika dia merasa mereka tidak beranjak juga, dia berkata “ Sesungguhnya malaikat matahati tidak pernah bosan menariknya, apakah kalian belum ada juga yang berdiri!”

Berkata seseorang kepada Amir bin Qais, “Berhentilah sebentar, aku hendak berbicara denganmu!”. Amir menjawab, “Jika engkau dapat memberhentikan matahari, aku akan berbicara denganmu!”.

Daud At-Tha’i senantiasa membasahkan roti dengan air sebelum memakannya. Dia berkata, “Antara menelan roti yang basah dengan menelan roti yang kering dapat membaca lima puluh Ayat”.

Berkata Utsman Al-Baqillani,”Sesungguhnya setiap kali aku berbuka puasa, aku merasa nyawaku akan keluar, karena aku disibukkan oleh makan dari pada berzikir karena Allah azza wa jalla”.

Akan tetapi yang anehnya pada jaman ini, banyak kita melihat sebagian kaum muslimin membuang waktu begitu saja, jika malam telah berlalu, mereka penuhi dengan cerita yang tidak bermanfaat atau dengan membaca buku cerita. Jika siang terasa panjang maka mereka penuhi dengan kegiatan tidur.

Jarang sekali orang memahami hakikat wujud yang sebenarnya, tang mana hendaknya mereka disibukkan dengan mempersiapkan perbekalan dan bersiap-siap untuk berangkat. Akan tetapi diantara mereka terdapat perbedaan, sebab perbedaan mereka adalah sedikit atau banyaknya pengetahuan mereka tentang apa yang perlu disiapkan untuk negeri keabadian.

Orang yang paham selalu mencari berita tentang orang-orang yang telah berangkat kesana, sehingga memacu untuk memperbanyak perbekalan mereka. Sedangkai yang lalai membawa apa saja yang dia dapat, bahkan tidak jarang mereka berangkat dengan tangan hampa, dan tidak jarang pula ketika mereka berangkat di tengah jalan di cegat oleh perampok sehingga diapun sampai tujuan tidak membawa apa-apa.

Maka bersegeralah berbekal selagi bazar masih terbuka, bersegeralah sebelum ketinggalan kereta. Belilah denga ilmu dan bawalah hikmah!. Berpaculah dengan waktu dan timbanglah diri pribadi!. Bawalah perbekalan yang ringan kan tetapi harganya yang mahal!. Karena perjalanan sangat panjang dan dipenuhi onak dan duri yang tidak dapat dilalui kecuali orang yang tidak keberatan dengan perbekalan.

Dan janganlah cemas perihal sedikitnya teman, karena kita masih melihat jejak yang di tinggalkan oleh salafusshalih, menunjukan jalan yang telah dilalui dan menandakan telah ditempuh lebih dari tiga generasi!.semoga Allah memberi taufik kepada kita.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>