Berita Terkini

ARTIKEL & KAJIAN ISLAM

PENDALAMAN MAKNA SURAT AL-QORI’AH

Pendalaman Makna Surat Al Qoriah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْقَارِعَةُ
1. Kata الْقَارِعَةُ adalah salah satu nama hari kiamat. Maknanya sesuatu yang mendadak dan mengejutkan.
مَا الْقَارِعَةُ
2. Kata tanya مَا lalu الْقَارِعَةُ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

3. Kata وَمَا dan apa, أَدْرَا memberi tahu, كَ kamu, الْقَارِعَةُ

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

4. Diawali يَوْمَ hari, يَكُونُ menjadi ,النَّاسُ manusia, كَا seperti, الْفَرَاشِ anai-anai, الْمَبْثُوثِ yang bertebaran.

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

5. Kata وَتَكُونُ dan menjadi, الْجِبَالُ gunung, كَا seperti الْعِهْنِ kapas, الْمَنْفُوشِ yang dihembus.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

6. Diawali فَ maka, أَمَّا adapun, مَن siapa, ثَقُلَتْ berat, مَوَازِينُهُ timbangan-timbangannya.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

7. Maka فَ , dia هُوَ, di فِي, kehidupan عِيشَةٍ, diridhoi رَاضِيَةٍ.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

8. Dan وَ, adapun أَمَّا, siapa مَنْ, ringan خَفَّتْ, timbangan-timbanganya مَوَازِينُهُ.

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

9. Diawali فَ maka, أُمُّهُ berarti ibu dalam arti tempat kembali, هَاوِيَةٌ salah satu nama neraka. Arti katanya terjun atau jatuh dari ke tempat yang sangat dalam.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

10. Dan apa وَمَا, memberi tahu أَدْرَا, kamu كَ, tentang apa dia, مَا هِيَهْ.

نَارٌ حَامِيَةٌ

11. Api نَارٌ, sangat panas حَامِيَةٌ.

Note:

✔ Hari kiamat adalah akhir dari usia dunia. Situasi yang teramat luar biasa membinasakan. Sangat dahsyat. Sebagaimana digambarkan Allah :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ)

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (Al Haj 1-2)

▶ Yakinilah kedahsyatan hari kiamay. Karena hanya keyakinan yang bisa mempengaruhi iman dan amalan kita. Sementara sekedar tau bisa jadi tak memberi dampak apapun.
✔ Tau letaknya hanya di otak atau ingatan. Sementara yakin adanya dalam hati. Berbekal keyakinan hati akan menjadi pemberi perintah kebaikan. Pencegah dari kemaksiatan. Kepada seluruh anggota badan kita.

➡ Fase selanjutnya setelah kiamat adalah hari akhirat. Saat seluruh manusia dihadapkan pada pertanggung-jawaban atas setiap perbuatan selama hidup di dunia.
– Di akhirat, seluruh manusia terbagi dua. Mereka yang diridhoi Allah karena timbangan amal baiknya yang berat. Serta mereka yang dimurkai Allah lalu dicampakan ke neraka karena ringannya amal kebaikannya. Lebih berat maksiat dari ketaatan.*

PENDALAMAN MAKNA SURAT AT-TAKATSUR

Pendalaman Makna Surat At Takatsur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

1. Diawali أَلْهَا telah melalaikan, كُمُ kalian, التَّكَاثُرُ artinya berpacu memperbanyak dalam masalah dunia. (sementara arti bermegah-megahan tidak tepat). Karena asal kata التَّكَاثُرُ adalah كَاثُرُ artinya banyak.

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِر

2. Kata حَتَّىٰ sampai, زُرْ menziarahi atau mendatangi, تُمُ kalian, الْمَقَابِر kuburan-kuburan. Artinya mati.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

3. Diawali كَلَّا sekali-kali tidak, سَوْفَ akan, تَعْلَمُونَ kalian mengetahui.

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

4. Kata ثُمَّ kemudian, كَلَّا sekali-kali tidak, سَوْفَ akan, تَعْلَمُونَ kalian mengetahui.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

5. Kata كَلَّا sekali-kali tidak, لَوْ jika, تَعْلَمُونَ kalian mengetahui, عِلْمَ ilmu, الْيَقِينِ keyakinan.
– Yaitu saat kematian datang. Keyakinan ini yang dimiliki orang-orang beriman terhadap alam kubur, akhirat, surga dan neraka.

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

6. Kata لَتَرَوُنَّ sungguh benar-benar kalian akan melihat, الْجَحِيمَ neraka jahim. Artinya tempat yang sangat panas.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

7. Kemudian ثُمَّ, lalu لَتَرَوُنَّهَا sungguh benar-benar kalian akan melihat, عَيْنَ mata, الْيَقِينِ yakin.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

8. Kemudian ثُمَّ, dilanjutkan لَتُسْأَلُنَّ sungguh benar-benar kalian akan ditanya, يَوْمَئِذٍ hari itu, عَنِ dari atau tentang, النَّعِيمِ nikmat.

Note:

✔ Surat ini peringatan bagi manusia mengenai bahaya berlomba memperbanyak masalah dunia, seperti harta, gelar dan lainnya. Karena jika diperturutkan pasti tidak akan memuaskan. Hanya melalaikan dari mentaati Allah. Hanya bisa dihentikan oleh kematian.

Sebagaimana dipesankan Rosulullah dalam hadist dari Ibnu ‘Abbas:

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)

✔ Sebanyak apapun harta yang berhasil dikumpulkan, sesungguhnya sangat sedikit yang bisa dimiliki atau dinikmati. Sebagaimana disabdakan Rosulullah:

ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﺛَﻼَﺙٌ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻰ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺲَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻰ ﺃَﻭْ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﻓَﺎﻗْﺘَﻨَﻰ ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ ﺫَﺍﻫِﺐٌ ﻭَﺗَﺎﺭِﻛُﻪُ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan. ” (HR. Muslim no. 2959)

✔ Penggunaan kata زُرْ artinya ziarah juga diartikan mendatangi, juga bermakna singkat. Artinya, alam kubur, selama apapun dibandingkan akhirat amatlah singkat. Terlebih lagi alangkah singkatnya usia kita hidup di dunia!

✔ Penggulangan beberapa kata dalam surat ini adalah penekanan yang teramat sangat. Peringatan super keras terkait kehidupan setelah kematian.
✔ Dalam surat ini ada dua jenis keyakinan. Pertama عِلْمَ الْيَقِينِ, yaitu keyakinan awal dari sebuah informasi yang diyakini kebenarannya. Kemudian, keyakinan yang lebih tinggi عَيْنَ الْيَقِينِ. Keyakinan yang muncul setelah melihat langsung. Sedangkan حَقِ الْيَقِينِ adalah tingkat puncak keyakinan. Yaitu ketika sudah merasakan langsung apa yang didengar dan dilihat.*

Taklim Ust Maududi Abdullah, Lc di Masjid RJ, 28 Jumadil Awal 1439/13 Februari 2018.

Silahkan share..
Semoga menjadi Amal jariah untuk anda.

Admin
ERJE MEDIA

~~~~~

DIKLAT MUAMALAH | Dr.ERWANDI TARMIZI, Lc, MA | Masjid Raudhatul Jannah

Untitled-1 copy

PENDALAMAN MAKNA SURAT AL-MA’UN

Pendalaman Makna Surat Al Ma’un

Kata الْمَاعُونَ dalam terjemahan umumnya diartikan barang-barang yang berguna, maka selalu diartikan sebagai benda-benda berharga semisal uang, emas dan sejenisnya, padahal sesungguhnya makna sebenarnya adalah barang-barang berguna untuk keperluan rumah tangga. Seperti pisau dapur, panci, jarum dan sejenisnya.

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيم
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾

1. Diawali أَرَأَيْتَ terdiri dari tiga kata, أ apakah, َرَأَيْ melihat dan ْتَ kamu. الَّذِي yang, يُكَذِّبُ mendustakan, بِالدِّينِ terdiri dari dua kata, ب dengan dan دِّينِ hari pembalasan. Ada juga yang mengartikan agama.

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾

2. Kata فَذَٰلِكَ terdiri dua kata ف maka dan ذَٰلِكَ itu, الَّذِي orang yang, يَدُعُّ arti sebenarnya mendorong dengan keras yang lebih dekat dengab meyakiti secara fisik, الْيَتِيمَ anak yatim.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾

3. Kata وَلَا dan tidak, يَحُضُّ menganjurkan atau mengajak, عَلَىٰ atas, طَعَامِ makanan artinya memberi makan, الْمِسْكِينِ orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾

4. Diawali فَوَيْلٌ maka celakalah, لِّلْمُصَلِّينَ , terdiri dari dua kata, ل untuk dan لْمُصَلِّينَ orang yang sholat.

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ 

5. Orang yang الَّذِينَ, kemudian هُمْ mereka, عَن dari, صَلَاتِهِمْ sholat mereka, سَاهُونَ orang-orang yang lalai atau tak peduli. Termasuk yang menunda-nunda sholat.

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ﴿٦﴾

6. Kata الَّذِينَ orang yang, هُمْ mereka,يُرَاءُونَ orang-orang yang riya.
☡ Waspada, jangan sampai ada perbedaan mencolok bacaan saat sholat dengan bacaan pelan atau siir dengan saat bacaan kuat. Jika berbeda, bisa jadi merupakan pertanda adanya riya di hati kita.

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿﴾٧ 

7. Diawali وَيَمْنَعُونَ dan mereka menghalangi, الْمَاعُونَ alat-alat rumah tangga (untuk dimanfaatkan atau dilinjamkan orang lain).*

✳ Taklim Ust Maududi Abdullah, Lc di Masjid RJ, Selasa 22 Robiul Akhir 1439/ 9 Januari 2018

➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖

Tanpa Tauhid Musnah Islam dan Ketaatan

Tanpa Tauhid Musnah Islam dan Ketaatan

☝☝☝☝☝☝☝☝

Taklim Ustadz:
Maududi Abdullah, Lc
Masjid Raudhatul Jannah
⏰ Sabtu, 5 Robiul Akhir 1439/ 23 Desember 2017.

——————————-
✔ Tauhid dalam Islam bersifat mutlak. Tidak bisa ditawar. Posisi tauhid seperti wudhu dalam sholat. Tanpa menghilangkan hadast , sholat menjadi percuma dan menjadi dosa.
– Musuh tauhid adalah syirik.
Jika ada syirik, sudah pasti tauhid musnah. Jika diibaratkan tauhid itu sebagai susu murni yang mendatangkan banyak kebaikan, maka syirik itu seperti kotoran manusia. Sebanyak apapun susu ketika dicampur kotoran manusia, maka menjadi sampah.
– Mengingat mutlak tauhid dalam Islam, maka harus diupayakan dan dijaga. Selain itu, juga harus selalu diminta kepada Allah. Sebagaimana para nabi juga tiada henti minta perlindungan Allah dari kesyirikan.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آَمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala (shonam).” (QS. Ibrahim: 35).

✔ Mengingat teramat mutlaknya tauhid pada Islam, maka adalah sangat wajib tiada henti menjaganya. Lalu, menjadikan tauhid nasehat yang paling utama kepada istri, anak dan karib-kerabat. Mengusahakan bertauhid secara berjamaah.
– Karena mulianya nasehat tauhid pada kekuarga, maka Allah memuji Lukmanul Hakim saat menasehati anaknya agar menjauhi syirik.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13).

❎ Syirik adalah seperti racun bagi tubuh. Sesehat apapun tubuh ketika dimasuki racun sekecil apapun, jika tidak segera tertolong, maka kebinasaan yang akan menjadi akhir.
– Padahal syirik lebih berbahaya dari racun. Sebab, jika racun hanya membinasakan badan di dunia, sementara syirik menjadi penghancur akhirat.

Pemusnah harapan keselamatan di Hari Pembalasan. Sekecil apapun kesyirikan dalam hati jadi penolak ampunan Allah. Siapapun yang dosanya tak diampuni, maka haram masuk surga.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

❎ Jalan akhirat pemilik kesyirikan seluruhnya siksa dan nista, meskipun teman berkumpulnya kelak adalah mereka yang super mulia dan berkuasa di dunia. Seperti Fir’aun, Namrud dan mereka semua yang kafir dan menyombongkan diri.

❎ Yakinlah! Imanilah! Percayalah! Bahwa kesyirikan menjadi sebab kekekalan di neraka. Siapapun yang tercemat tauhidnya dan belum ditaubati lalu terbawa mati, maka tempatnya di akhirat adalah seburuk-buruk tempat. Neraka Jahanam! Tidak sekedar sebentar, melainkan selamanya. Kurun yang tiada batas. Abadi!*

Pentingnya Hijrah di Jalan Allah

✔ Hijrah kerap maknanya disempitkan sebagai peristiwa pindahnya Nabi Muhammad didampingi Abu Bakar dari Mekkah ke Madinah. Sehingga, seolah hijrah dalam Islam sekedar sejarah. Masa lampau yang tak lagi bisa diamalkan.
– Padahal, hijrah adalah salah satu syariat dan belum dihapus. Merupakan solusi dari Allah untuk situasi tertentu. Di saat tempat tinggal kita, lingkungan yang ada tak memberi ruang untuk mengimani dan mengibadahi Allah. Maka, sampai kapanpum hijrah bisa dilakukan, selagi dengan tujuan menuju tempat yang menjadikan iman dan ketaatan menjadi lebih baik.
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” [An-Nisaa/4 : 100]

✔ Bahkan, juga dinamakan hijrah, ketika tidak terjadi perpindahan tempat secara fisik, tetapi terjadi pergeseran dari kesesatan pada petunjuk. Dari maksiat pada ketaatan. Dari bid’ah pada sunnah. Dari kesyirikan menuju tauhid.

✔ Bahkan, hjjrah dalam situasi tertentu, diperintahkan Allah untuk disegerakan. Tidak boleh ditunda. Harus dilakukan secepat mungkin. Sebelum semua terlambat, ketika kematian datang menjemput.

وَسَارِعُوْا اِلىَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجنَّةٍ عَرْضُهَا السَّموتُ وَالاَرْضُ

اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ]ال عمران:133[

“Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS: Ali Imran; 133).*

➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖

Pendalaman Makna Surat AL-KAUTSAR

Pendalam Makna سُوْرَةُ الكَوْثَرِ

Ustadz Maududi Abdullah, Lc
Masjid Raudhatul Jannah
Selasa 1 Robiul Akhir 1439/ 19 Desember 2017.
✍✍✍✍✍✍✍✍ ﷽

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Seaungguhnya kami memberimu Al Kawtsar

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka sholatlah dan menyembelilhlahlah

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus

1. Diawali إِنَّا berarti sesungguhnya kami, أَعْطَيْنَاكَ terdiri dari tiga kata, yaitu أَعْطَي memberi, نَا kami dan كَ kamu, الْكَوْثَرَ nama salah satu sungai di surga.
– Sebagian ulama mengartikan الْكَوْثَرَ kebaikan-kebaikan. Hal itu dikarenakan di sungai الْكَوْثَرَ di dalam surga terdapat banyak kebaikan.

2. Kata فَصَلِّ terdiri dari dua suku kata, ف maka dan َصَلِّ sholatlah, demikian juga dengan لِرَبِّكَ terdiri dari tiga kata, ل untuk, رَبِّ Tuhan, ِّكَ kamu, وَانْحَرْ dan menyembelihlah.
– Ini perintah tegas agar hanya mendirikan sholat semata karena Allah. Iklas. Tidak boleh sholat dengan alasan apapun, selain untuk Allah.

❎ Seperti sholat demi pujian mahluk atau sholat demi mempertahankan ilmu kebal dan lain sebagaianya.

3. Kata إِنَّ sesungguhnya, شَانِئَك terdiri dari dua kata, شَانِئ orang yang membenci dan ك َ kamu, هُوَ dia, الْأَبْتَرُ terputus.

– Orang kafir Quraisy menyebut Nabi Muhammad الْأَبْتَرُ, seperti Abu Jahal dan paman Nabi Abu Lahab. Karena itu, lewat ayat ini Allah membantah sebutan tersebut.
– Terputus oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai tak tersambung dengan kebaikan. Sebagian lagi mentafsirkan bahwa terputus berarti setelah mati tak dibicarakan orang lagi.

Catatan:
✔ Mengenai Al Kawtsar Rosul menjelaskan:
فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebgaian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah melakukan amalan baru sesudahmu.” (HR. Muslim, no. 400).

– Sebagian riwayat menyebutkan Sungai Al Kawtsar yang mengaliri air ke Telaga Nabi pada hari kebangkitan. Di telaga inilah umat Nabi Muhammad akan diberi minum. Begitu minum air Telaga Nabi maka hilang dahaga selamanya.
– Sebagaimana pada akhir hadist di atas juga dikabarkan, akan ada umat Nabi yang akan diusir dari Telaga Nabi. Dijelaskan, mereka adalah yang berwudhu dan sholat, namun juga mengerjakan amalan yang baru. Amal yang tidak dicontohkan atau diperintahkan Nabi Muhammad. Bid’ah!*

Kiat dan Langkah-langkah Meraih Cinta Allah

Kiat dan Langkah-langkah Meraih Cinta Allah

❤❤❤❤❤❤❤❤

Ustadz : Ahmad Doni

Masdjid Raudhatul Jannah

4 Robiul Akhir 1439/ 21 Desember 2017

✔Al Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah dalam Kitab Madarijus Salikin menyebut sejumlah sebab hamba mendapatkan cinta Allah. Antara lain:

1. Membaca Al Qur’an dengan mengetahui dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(Shaad 29)

– Selain itu, teramat besar fadilah membaca Al Qur’an. Salah satunya adalah 10 pahala untuk setial huruf. Sulit mengira dengan pasti berapa besar pahala membaca satu lembar Al Qur’an. Terlebih lagi jika satu juz atau lebih.

2. Memperbanyak ibadah sunnah setelah ibadah wajib.
– Usai sholat 5 waktu, lengkapi dengan sholat-sholat sunnah.
-Usai puasa Ramadhan, perbanyak puasa sunnah.
– Usai membayar zakat wajib, lanjutkan dengan zakat sunnah seperti sedekah dan sejenisnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku semakin mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.”.

3. Mengingat Allah dalam kondisi apapun dan di manapun.
– Berdzikir dalam bentuk apapun adalah merupakan bukti selalu mengingat Allah. Situasi yang harus dijaga dan selalu ada pada diri kita. Setiap saat. Cara terbaik adalah dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rosul untuk setial kegiatan. Seperti doa hendak tidur atau bangun tidur.
– Semakin banyak mengingat Allah, maka semakin banyak kita diingat Allah.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152).

4. Memdahulukan Allah dari hawa nafsu.
– Ukuran kecintaan kita pada Allah ketika semua yang kita lakukan selalu ditimbang dengan keridhoan Allah.

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An Naziat 40)

– Kecintaan pada Allah menjadi pembatas kuat kita dari mengerjakan apapun yang tak diridhoi-Nya.*

Kabar Gembira Allah untuk Pelaku Maksiat

Kabar Gembira Allah untuk Pelaku Maksiat

Taklim Ustadz :
Ade Agustian, Lc

Masjid Raudhatul Jannah,

Sabtu 29 Robiul Awal 1439/16 Desember 2017.
➖➖➖➖➖➖➖

✔ manusia mustahil suci dari hilaf. Siapapun dia, selain nabi pasti punya kecenderungan berbuat salah. Mereka yang Allah tolong, terlindunglah dia dari maksiat. Sementara mereka yang dibiarkan Allah, akan dihelincirkan syetan untuk memperturutkan hawa nafsu.

Jangankan kita, umat Nabi Muhammad yang jauh dari kemuliaan, sejumlah sahabat mulia pun tak luput dari perbuatan maksiat. Melakukan dosa. Bukan sekedar kecil, tapi dosa besar, seperti zina.

Bukankah ada riwayat mengenai seorang sahabiyah yang datang pada nabi dan mengaku tengah mengandung anak hasil zina. Juga seperti kisah seorang pemuda dalam hadist shahih Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud.

Suatu hari pemuda tersebut menemui Rosulullah dan mengakui dirinya telah mencumbui seorang wanita. Melakukan semua perbuatan nista dengan wanita tersebut, selain zina. Kepada Rosul pemuda tersebut minta diberi saran atas dosa besar yang telah dilakukannya.

Atas pertanyaan tersebut Rosul tak langsung menjawab, bahkan sempat memerintahka pemuda tersebut pergi dulu, sampai akhirnya Allah menurunkan ayat Surat Hud 114:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

↔ Dalam ayat tersebut Allah memberi kabar gembira kepada para pelaku maksiat. Mereka tak perlu putus asa. Ada cara terbaik menghapuskan dosa-dosa. Yaitu dengan memperbanyak amal sholeh. Terutama sholat 5 waktu dan Sholat Jumat yang merupakan ibadah terbaik sebagai penghapus dosa.
الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

✔ Dari kisah pemuda mulia tersebut ada pelajaran penting bagi siapapun yang terjeremus kemaksiatan, yaitu merasa resah dan khawatir atas kemaksiatan yang telah dilakukan. Merasa menyesal, lalu minta nasehat pada orang berilmu dan sholeh.
– Juga harus diperhatikan, jangan menceritakan keburukan diri sendiri pada sembarang orang. Hanya jika sangat perlu dan hanya pada orang yang bisa menjaga rahasia. Sebab, menjaga aib diri juga wajib.

❎ Kabar gembira dari Allah ini tidak berlaku bagi pelaku maksiat yang tidak menghentikannya. Juga Tidak berlaku bagi mereka yang justru bangga dengan kemaksiatannya. Pasti percuma bagi yang tak pernah menyesali kesalahan dan dosanya.*

Pendalaman Makna Surat Al Kafirun

Pendalaman Makna Surat Al Kafirun
➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖
Ustadz: Maududi Abdullah, Lc

Masjid Raudhatul Jannah

Selasa 24 Robiul Awal 1439/12 Desember 2017*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾
Katakanlah: Hai orang-orang kafir
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

1. Diawali قُلْ katakanlah, أَيُّهَا wahai, الْكَافِرُونَ orang- orang kafir.

✔ Seruan ini turun untuk orang kafir Quraisy, namun berlaku umum untuk seluruh orang kafir.
– Sebab turunnya berawal dari utusan Kaum Quraisy, setelah mereka bingung membendung meluasnya dakwah Islam. Mereka menawarkan kesepakatan jalan tengah. Yaitu, mereka mengajak Nabi dan pengikutnya bersama-sama Kaum Quraisy mengibadahi Tuhan mereka, kemudian giliran Kaum Quraisy bersama mengibadahi Allah dengan Nabi dan pengikutnya.
❎ Tawaran ini adalah jalan tengah menggabungkan kebenaran dan kebatilan. Maka hasilnya batil. Karena itu ditolak keras oleh Allah.
⚠ Ini merupakah kaidah Islam. Terlarang menggabung kebenaran dengan kebatilan. Kebenaran hanya bisa digabung dengan kebenaran. Tidak boleh tercapur dengan kebatilan, sekecil apapun.
❎ Seperti penggabungan kebaikan berupa dakwah dengan kebatilan berupa penampilan artis menyanyi sambil berjoget. Maka menjadi batil seluruhnya!

Contoh mudahnya, ada susu satu drum, lalu tercampur satu sendok kotoran manusia. Susu sebanyak itu menjadi nista. Mustahil ada yang bersedia meminumnya, kecuali bagi yang tidak tau atau tidak normal.

2. Kata لَا tidak, أَعْبُدُ aku beribadah, مَا apa-apa (yang), تَعْبُدُونَ kalian ibadahi.

– Kaum Quraisy juga mengimani Allah, tapi tak bertauhid. Mereka juga mengibadahi Latta, Uzza dan berhala-berhala lainnya. Mereka mensarikatkan Allah dengan lainnya.
– Apa yang dilakukan orang Quraisy saat ini banyak terjadi. Seperti mereka, kaum muslimin yang masih meyakini rejekinya tergantung jimat atau keselamatannya terlindungi tangkal dan sejenisnya. Ini adalah kedholiman super besar. Syirik!

3. Kata وَلَا dan tidak, أَنتُمْ kalian, عَابِدُونَ orang yang mengibadati, مَا apa-apa (yang), أَعْبُدُ aku ibadati.

– Ibadah wajib murni hanya untuk Allah. Tidak boleh tidak konsisten dan tercampir. Seperti yang direncanakan Kaum Quraisy.
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ 
(Bahasa Indonesia)
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama. (Al Baiyinnah 5)

4.Kata وَلَا dan tidak, أَنَا aku, عَابِدٌ orang yang mengibadati, مَّا apa-apa (yang),عَبَدتُّمْ kalian ibadati.

5. Pengulangan kata وَلَا, lalu أَنتُمْ kalian, عَابِدُونَ orang-orang yang mengibadati, مَا apa-apa (yang), أَعْبُدُ aku ibadati.

6. Kata لَكُمْ bagi kalian, دِينُكُمْ agama kalian, وَلِيَ dan untuku, دِينِ agamaku.

↔ Inilah prinsip Islam. Berlepas diri atau baro’ dari seluruh kebatilan. Juga waro’ atau loyalitas. Berpegang teguh pada keyakinan. Tanpa ragu sedikit pun!

Note:

✔ Pengulangan sejumlah kosa kata dalam surat ini menjadi indikasi sangat pentingnya masalah yang dibicarakan. Memang surat ini membicarakan fundamental dalam Islam. Menjaga tauhid, menolak kekafiran dan kemusyrikan.
↔ Surat ini menegaskan larangan keras mencampurkan ibadah. Harus murni semata mengibadahi Allah. Orang kafir pun tak perlu mengibadahi Allah.
✔ Surat ini oleh sebagian mufasyirin disebut juga dengan nama Al Iklas 2. Qulhuwallahu ahad sebagai Al Iklas 1.
✔ Kedua surat ini berisi dua syarat dasar tauhid:
1. Beribadah hanya kepada Allah.
2. Tidak beribadah kepada selain Allah.
Tanpa kedua syarat di atas, maka tidak sah keimanan. Tauhidnya cacat.*
➖➖➖➖▪▪➖➖➖➖

Cara Dicintai Allah dan Disayangi Manusia

Cara Dicintai Allah dan Disayangi Manusia
➖➖➖➖➖➖➖➖

Kajian Rutin:
Ustadz: Abdurrahman Keken, Lc
Masjid Raudhatul Jannah
Selasa 25 Robiul Awal 1439/12 Desember 2017.

✔ Nabi Muhammad sholallohu alaihi wassalam memberi kiat jitu. Cara meraih cinta Allah dan disayangi manusia.

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ، دُلَّنِيْ عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْـتُـهُ أَحَبَّنِيَ اللَّهُ، وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ. فَقَالَ: “اِزْهَدْ فِيْ الدُّنْـيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ.” رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهُ وَسَنَدُهُ حَسَنٌ.

Dari Sahl bin Sa’ad Radiyallahu anhu ia berkata: Seorang sahabat menemui Nabi Sallallahu Alayhi Wasallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang jika aku lakukan, aku akan dicintai oleh Allah dan manusia.” Beliau bersabda: “Zuhudlah dari dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah dari apa yang ada pada manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad yang hasan).

↔ Ibnu Taimiyah memberi definisi zuhud:
– Meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi kita di akhirat.
– Meninggalkan apapun yang melaikan kita dari akhirat.

✔ Hadist ini memberikan sejumlah pelajaran.
1. Allah punya cinta.
– Kecintaan Allah bisa pada tempat, seperti masjid, bisa pada amalan, seperti sholat di awal waktu. Cinta Allah juga bisa pada manusia, seperti mereka yang zuhud dari dunia, sebagaimana diajar Nabi dalam hadist di atas.
2. Cinta Allah harus diusahakan
– Mengharapkan cinta Allah tidak bisa pasif. Sekedar menunggu. Tapi harus diusahakan.
3. Boleh mengharapkan cinta manusia.
– Tidak dilarang mengharapkan dan mengusahakan mendapat cinta manusia, selagi caranya tidak bertetangan dengan srariat. Rosul mengajarkan cara meraih cinta manusia dengan zuhud atau tidak menginginkan apa yang ada di tangan orang lain.

✔ Selain zuhud pada dunia, ada sejumlah amal yang juga bisa menjadi jalan meraih cinta Allah. Seperti disampaikan Nabi dalam hadist berikut ini:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِيْ وَقَّاصٍ رضي الله عنه قاَلَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: “إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الخَفِيَّ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radiyallahu anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim).

↔ Mereka adalah orang-orang yang bertakwa. Tak sekedar iman, tapi juga mentaati perintah Allah dan meninggalkan larangannya.
– Kedua, orang kaya dalam artian merasa cukup dengan yang Allah bagikan kepadanya.
– Ketiga, mereka yang ketaatannya tersembunyi. Ibadahnya hanya ingin diketahui Allah. Sikap ini tidak berlaku untuk ibadah-ibadah wajib, seperti sholat berjamaah bagi pria, zakat dan haji. Ibadah jenis itu mustahil disembunyikan.*