Berita Terkini

Author Archives: admin

Grup Whatsapp Masjid Raudhatul Jannah

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah telah tersedia grup whatsapp Masjid Raudhatul Jannah yang InsyaAllah grup tersebut berfungsi sebagai informasi seputar Masjid Raudhatul Jannah, Info Kajian, Info Live Streaming, dll.
Bagi yang ingin bergabung silahkan isi Formulir :
Nama :
Alamat :
Usia :
Jenis Kelamin :
Silahkan kirim melalui Whatsapp ke nomor 0811-753-6666

Atau Silahkan Klik Link / Gambar Dibawah ini

PROGRES PEMBANGUNAN TOWER

PROGRES PEMBANGUNAN TOWER MASJID RAUDHATUL JANNAH

Bismillah kaum muslimin & muslimat, dalam kesempatan ini kami ingin menginformasikan mengenai progres pembangunan tower masjid Raudhatul Jannah telah mencapai tahap finishing.

Mohon do’a dan dukungannya selalu untuk menyelesWhatsApp Image 2017-11-13 at 3.02.17 PMaikan proses pembangunan tower masjid Raudhatul Jannah.

PERPUSTAKAAN MASJID RAUDHATUL JANNAH

•••••○○○○○○••••
#Ayoooo… Kunjungi….
PERPUSTAKAAN MASJID RAUDHATUL JANNAH
“Pustaka Sejuta Kitab”
Mari Raihlah Ilmu Bersama Buku
Sudahkah kita mengambil warisan ILMU para nabi untuk diri kita & keluarga kita?
Ilmu adalah cahaya & kekuatan oleh karena itu para nabi mewariskan ilmu

  Ikhwan  Setiap hari : Senin/Rabu/Jum’at
Akhwat  Setiap hari : Selasa/Kamis/Sabtu
Ahad LIBUR
⏰ Waktu: 09.00 Pagi s/d 16.00 Sore

Tempat : Masjid Raudhatul Jannah.
Jl Tuanku Tambusai/nangka

Untitled-1

Jangan Salah Paham Dengan Definisi Zuhud

Apakah Syariat membenarkan kita menjalani pola hidup Zuhud seperti para Sahabat seperti Zuhudnya Abu ubaidah bin jarroh sementara kita diberikan Allah kelebihan dalam harta ?

 

Apakah Utsman bin Affan tidak Zuhud ?? karena Utsman memiliki harta yang sangat banyak, sedangkan Abu ubaidah bin jarroh yang hidupnya serba seadanya.

Sesungguhnya Zuhud itu bukan hanya untuk orang yang memiliki hidup seadanya, karena Utsman bin affan sebagai orang yang mempunyai banyak harta juga Zuhud. Karena patokan orang yang zuhud itu adalah harta tidak lagi menguasai hati yang dapat mengarahkan ke perbuatan-perbuatan maksiat.

 

Soal harta di nikmati boleh-boleh saja, karena dunia beserta isinya diciptakan untuk manusia, sehingga ketika dinikmati dengan jalan yang halal, didapatkan dengan jalan yang halal, dibelanjakan dengan jalan yang halal, semuanya sah secara syariat, dan Allah Subhanahu Wata’ala Ridho, dan yang Allah ridhoi tidak bertentangan dengan Zuhud.

Jadi jangan dikira Zuhud adalah dengan hidup seadanya.

 

Salah seorang tabi’in bernama Abdullah bin mubarok al marwazi rahimahullah, seorang saudagar kaya dan bisnis yang sangat besar, namun kata istrinya ia rajin berpuasa padahal ia bisa menikmati setiap hari dengan makanan selezat apapun dan ia tak ingin memakan makanan lezat kecuali bersama tamu. Ini menunjukan bahwa Zuhud bukan hanya untuk orang yang pas pas an atau sederhana.

 

Seandainya ada saudagar kaya yang sudah Zuhud tapi ingin menginfakkan seluruh hartanya sehingga ia menjadi hudup yang pas pasan dan sederhana, ini jauh lebih baik dan sempurna seperti yang dilakukan Nabi kita Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam , dan bukan berarti hal seperti ini baru Zuhud, karena Zuhud nya sudah dari awal sebelum ia menginfakkan hartanya. Jadi jangan pahami Zuhud itu habis kan harta.

 

Sumber :

 

Apakah Dihukumi Kafir Apabila Seseorang Tidak Berhukum Dengan Al-Qur’an ?

Seseorang yang tidak berhukum dengan Alquran punya beberapa keadaan, diantara keadaan yang ada, bisa menjerumuskan mereka kepada hukum KUFUR, sehingga mereka bisa berstatus disisi Allah sebagai orang KAFIR (Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah Subhanahu Wata’ala).
Siapa saja mereka yang dapat terjerumus kepada hukum kufur? Yaitu orang yang tidak berhukum terhadap hukum Allah dengan penuh keyakinan bahwa hukum Allah tidak cocok lagi, tidak relevan untuk zaman sekarang, sudah ketinggalan, atau punya keyakinan hukum yang dibuat sekarang, yang dibuat dan dikarang oleh manusia itu lebih baik dari hukum yang berada di dalam Alquran. Maka orang yang seperti ini, Naudzubillah tsumma Naudzubillah , bisa disisi Allah statusnya Kafir Karena telah menentang Allah dan menentang Alquranul Karim.

 

Maka berhati-hatilah manakala kita punya keyakinan bahwa hukum Allah tidak cocok,pantas dan relevan lagi dan tidak mempercayai hukum Alquran di hati kita.

Tapi apa bila hati sangat yakin dan percaya bahwa yang terbaik adalah hukum dari Alquran, dan keadaan yang membuat mereka berhukum selain Alquran, ini namanya Maksiat. Contohnya seperti orang yang sedang minum khamr, tapi dihatinya sangat yakin bahwa khamr itu haram, maka orang itu bermaksiat, begitu sebaliknya jika ada orang yang minum khamr, tapi hatinya menghalal khamr, maka orang itu Kufur. Demikian dengan hukum orang yang tidak shalat sementara di hatinya meyakini bahwa hukum shalat itu adalah wajib, ada khilaf pendapat ulama yang menyatakan kufur atau maksiat, tapi kalau dia benar-benar telah meyakini kalau shalat tidak wajib, maka sepakat para ulama bahwa dia keluar dari islam(kafir/kufur).

 

Tidak semua orang yang berbuat menyelesihi Alquran artinya kafir dengan Alquran, karena bisa saja ada orang berbuat salah tapi dia meyakini kesalahan tersebut maka itu dibilang Maksiat

 

Oleh Ustadz Maududi Abdullah

 

INSYALLAH DAUROH UMUM “20 LANGKAH UNTUK MENJAUHI DOSA”

InsyaAllah
akan diadakan DAUROH UMUM
“20 LANGKAH UNTUK MENJAUHI DOSA”
(Karangan Abdurrozzaq Al Badr – Hafidzohullohu ta’ala)
———————————————————————–
Bersama:
Ustadz Dr. Aspri Rahmat Azai, MA حفظه الله تعلى
Ahad, 09 Shofar 1439 H / 29 Oktober 2017
09.00 Pagi s/d selesai
Bertempat di MASJID RAUDHATUL JANNAH
———————————————————————–
dauroh ahad baru copsy

FIQH PERBANKAN SYARIAH : Pengantar Fiqh Muamalat dan Aplikasinya dalam Ekonomi Modern

WhatsApp Image 2017-10-24 at 17.05.23

InsyaAllah akan di adakan
EVALUASI DIKLAT MUAMALAH

Bersama :
Ustadz. Jefri Halim, Lc, MA
Evaluasi Kitab :
FIQH PERBANKAN SYARIAH :
Pengantar Fiqh Muamalat dan Aplikasinya dalam Ekonomi Modern

Hari : Ahad
Tanggal : 29 Oktober 2017
Jam : 09.00 s/d 12.00 wib
Masjid Raudhatul Jannah Islamic Center

JANGAN LUPA ISI ABSENSI
AKAN ADA HADIAH MENARIK BAGI PESERTA!!

Kenikmatan hidup yang luar biasa “Hati yang Lapang” dan kisah Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah

Syaikh Abd Aziz Bin Baz Rahimahullah Sering didatangi oleh orang-orang yang mengeluhkan tentang financial mereka dan membantunya. Allah Subhanallahu Wata’ala takdirkan Beliau Buta diumur 20 tahun. Disebutkan dalam biografi Syaikh Abd Aziz Bin Baz Rahimahullah, Disebutkan oleh muridnya Abdullah Bin Muhammad Bin Sadhan : “Suatu hari ada seseorang yang datang mengeluhkan financial kepada syeikh Bin Baz Rahimahullah, ketika orang ini datang mengeluhkan financial, syeikh berkata kepada  sekretarisnya ‘tuliskan untuknya cek 2000 real(7 juta rupiah)’, lalu diberikan kepada orang tersebut yang orang tersebut tidak pandai tulis baca, karena tidak pandai baca maka orang tersebut ditambah kan .(titik) atau 0 (nol) pada cek tersebut, dalam bahasa arab angka ‘nol dibuat titik’ maka menjadi 20.000 real. Namun tulisan ‘terbilang’ pada cek tetaplah tertulis dengan tulisan ‘dua ribu real’ hanya angka saja yang ditambah.

Saat orang ini ingin menukarkan uang tersebut ke bank, bukan uang yang orang itu dapat, melainkan ditangkap polisi karena dituduh curang/bohong.

Lalu orang ini kembali ke Syeikh bersama polisi dan dikatakan kepada Bin Baz Rahimahullah, ‘syeikh orang ini telah berdusta atas namamu, dan orang ini telah memalsukan (menambahkan nol pada cek yang syeikh beri), lalu Syeikh Bin Baz Rahimahullah mengambil cek tersebut dan berkata kepada sekretarisnya, ‘Tolong perbaiki cek ini menjadi 20.000 Real, karena kita tidak pernah tau apa kebutuhan orang’.”

 

Dari kisah biografi dari Syeikh Abd Aziz Bin Baz, itulah yang disebut dengan hati yang lapang, hati yang sudah tidak ada keinginan lagi untuk diri sendiri, tidak ada lagi merasa hina,marah,dikhianati orang, tidak ada lagi rasa keinginan untuk membela diri,mengangkat diri, karena seolah-olah jatah diri untuk dirinya didalam hati sudah tidak ada.

Ini salah satu biografi orang sholeh yang akan kita jadikan suri tauladan,motivasi, dan berbenah dalam hidup kita.

 

Mari kita hilangkanlah rasa dengki dan hasad dalam hati kita, lapangkan dada kita, sehingga hati kita “Lillahita’ala” hanya untuk Allah Subhanallahu Wata’ala, inilah kenikmatan hidup yang luar biasa, oleh karena itu Allah jadikan kenikmatan ahli surga dimana tidak ada dengki dan hasad yang telah Allah cabut dari dada-dada mereka.

Diantara yang membuat hidup kita tidak nyaman adalah karena dari sifat dengki/hasad dari kita, hati yang masih blm bisa merelakannya karena Allah dan untuk Allah Subhanallahu Wata’ala.

 

Allah selalu melihat kita, selalu mengawasi kita, gerak sekecil apapun Allah mengetahuinya.

 

Oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Og8dEGAHJ0Q

Pertanyaan “mengapa & kenapa” untuk perbuatan Allah ( Allah tidak memberikan hidayah kepada semua orang)

Apa hak kita menanyakan “kenapa & kenapa” kepada perbuatan Allah Subhanahu wata’ala ?

Apakah kita ingin menakar Rabb kita sendiri ?

 

Tidak berhak seorang hamba menanyakan kenapa kepada perbuatan-perbuatan Allah Subhanahu wata’ala. Jawaban yang dicantum dalam surat Al- Anbiya ayat 23 untuk kita yang selalu menanyakan “kenapa & mengapa” terhadap Allah Subhanahu wata’ala.

Dalam Surat Al-Anbiya ayat 23, Allah Subhanahu wata’ala Berfirman : “Dia ( Yaitu ) Allah tidak ditanya kenapa Dia berbuat, dan mereka ( yaitu ) manusia yang ditanya kenapa mereka berbuat.”

 

Mari kita hentikan pertanyaan “mengapa & kenapa” atas apa yang Rabb kita lakukan.

 

Apakah Allah Subhanahu wata’ala dalam memutuskan sesuatu pernah keliru ? jawabannya adalah Allah Subhanahu wata’ala Tidak pernah keliru dalam memutuskan sesuatu. Maka dari itu Allah tidak akan pernah keliru memberikan hidayah kepada siapapun manusia yang seharusnya dapat hidayah atau tidak dapat hidayah. Siapapun manusia yang mendapat hidayah karena mereka berhak mendapat hidayah dan siapapun manusia yang tidak diberi hidayah, karena mereka memang tidak pantas di beri hidayah oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Maka dari itu berusahalah dari diri kita semua untuk membuka pintu hidayah untuk mensucikan hati daripada hasad dan dengki, syirik, kemunafikan, menggemari dan mencintai maksiat, sehingga dengan melihat hati anda yang bersih dan suci, ingin membenci kemaksiatan, kekafiran, dan membenci seluruh bentuk kezhaliman, anda di nilai oleh Allah orang yang berhak mendapat hidayah.

Oleh : Ustadz Maududi Abdullah, Lc

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Yh-XHUsQJP0

Nasehat Jika Ingin Berbuat Maksiat

Sebuah nasehat Jika engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah, maka langkah langkahnya adalah :

1. Kalau engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka jangan pernah makan rezeki dari Allah Subhanahu Wata’ala,
Ingatlah dari mana kita dapat makan jika bukan karena rezeki dari  Allah ? karena Semua yang ada di permukaan bumi ini yang kita konsumsi, nikmati, dan yang kita makan adalah rezeki Allah Subhanahu Wata’ala. Maka dari itu cobalah fikir baik-baik, layak kah engkau menikmati pemberianNya serta menghabiskan rezeki Allah yang ada di bumi lalu kemudian engkau berbuat maksiat ? layakkah itu ?
sesungguhnya tidak layak sama sekali.

2. Kalau engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka jangan engkau tinggal di bumi Allah Subhanahu Wata’ala.
Tidak ada tempat di bumi Allah ini yang layak dan boleh untuk engkau tempati, kalau ingin berbuat maksiat silahkan pergi dari bumi Allah, ingatlah apabila dari timur sampai ke barat dan apa yang ada diantara keduanya itu adalah milik Allah Subhanahu Wata’ala maka mau tinggal dimana kalau bumi sudah tidak layak ditinggali dikarenakan bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

3. Kalau engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka pergilah engkau ketempat dimana Allah tidak dapat melihatmu.
Mana mungkin kita dapat pergi dari penglihatan Allah Subhanahu Wata’ala, karena kemanapun kita pergi dan dimanapun kita bersembunyi, kita tidak akan pernah dapat lari dari pengawasan Allah Subhanahu Wata’ala

4. Kalau engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka jika datang malaikat maut katakanlah kepada malaikat maut : “tunda kematianku sampai aku dapat melakukan taubat nasuha dan aku ingin melakukan banyak amal shaleh”
Maka malaikat maut tidak akan menerima permintaan itu, dan tidak akan ditunda sedetikpun kematian itu, karena kematian itu datang secara tiba-tiba, lantas bagaimana cara engkau dapat selamat dari maksiat sementara engkau belum sempat bertaubat nasuha.

5. Kalau engkau ingin berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka kalau datang pada hari kiamat kelak datang para malaikat yang di tugaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala, yaitu malaikat penjaga neraka, malaikat penggiring arah masuk ke neraka dan yang melemparkan kita ke dalam neraka, maka katakan kepada mereka para malaikat tersebut “Aku tidak ingin ikut” maka para malaikat tidak akan mungkin mau mendengar permintaan kita, dan kita akan tetap di jebloskan ke dalam api neraka.

lima nasihat di atas yang InsyaAllah akan membentengi diri kita dari perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
maka hendaklah kita memohon ampun kepda Allah dan bertaubat kepadaNya

Sumber : Ustadz Ahmad Doni, Lc